Out of The Earth: Space

Pernah melihat roket meluncur belum? Mungkin sebagian besar dari kita cuma melihatnya dalam TV atau rekaman di internet. Kamu sendiri juga bisa membuat sebuah roket hanya dengan botol plastik berisi air dan sebuah pompa. Setelah persiapan selesai, kamu bisa memasukkan gas sebesar-besarnya ke dalam botol, dan terbanglah roket tersebut. Tapi, kali ini saya hanya akan menjelaskan lebih lengkap tentang roket ruang angkasa (space rockets).

Untuk menerbangkan sebuah satelit atau pesawat ulang alik, diperlukan sebuah roket angkasa. Satelit maupun Pesawat Ulang Alik tidak bisa terbang ke angkasa dengan cara lepas landas dari sebuah bandar udara seperti pesawat biasanya. Hal ini diakibatkan oleh tenaga pendorong dan besarnya gravitasi yang menahan sebuah benda tetap di dalam Bumi.

Para ilmuwan di pertengahan abad 20 meyakini bahwa untuk mencapai kulit terluar dari bumi, diperlukan tenaga yang sangat besar, dan tenaga tersebut berasal dari roket. Hal ini, membuat pihak Uni Soviet pada zaman Perang Dingin berhasil menerbangkan satelit buatan pertama di dunia-Sputnik.

Sebuah roket angkasa dapat menerima beban sebesar 22.000 kg (atau 22 ton) bahkan lebih. Di setiap ketinggian tertentu, roket akan melepaskan satu per satu bagiannya sehingga berat yang terbeban oleh sebuah pesawat ulang alik tidak terlalu besar untuk mencapai ruang angkasa. Biasanya, roket angkasa dapat terbang dengan kecepatan 26.000 kaki/detik (8000 meter/detik). Sebuah roket harus bisa melawan besar percepatan gravitasi yaitu 10m/s^2 dalam arah yang horizontal. Sehingga, roket dan pesawat ulang alik tidak berhenti di tengah perjalanan menuju angkasa (jika ini terjadi, roket dan pesawat akan jatuh kembali ke bumi).

Sumber

http://en.wikipedia.org/wiki/Launch_vehicle