Ada Planet Bertabur Berlian???

Joseph Harrington, astronom dan profesor dari University of Central Florida, Amerika Serikat, dan timnya menemukan bahwa terdapat lebih banyak karbon dibanding oksigen pada atmosfir planet WASP-12b. Planet itu berjarak 1.200 tahun cahaya dari Bumi.

Temuan ini mengindikasikan bahwa bebatuan yang ada di seluruh planet itu terdiri dari karbon murni, dalam bentuk berlian atau grafit. Meski belum bisa dipastikan, tetapi planet yang sangat kaya akan karbon itu kemungkinan juga memiliki inti berlian dalam jumlah besar.

“Secara umum, planet biasanya memiliki jumlah oksigen yang sangat banyak yang membuat bebatuan seperti kuarsa dan gas seperti karbon dioksida bisa tersedia dalam kuantitas besar,” kata Harrington.

Tetapi, kata Harrington, jika karbon lebih banyak dibanding oksigen, maka akan banyak batu-batuan yang terdiri dari karbon murni seperti berlian dan grafit. Selain itu akan ada banyak gas metana.

Tim peneliti melakukan analisa kimia berdasarkan teleskop ruang angkasa Spitzer milik NASA. Mereka membandingkan perilaku inframerah gas-gas yang ada untuk menentukan komposisi atmosfir planet yang bersangkutan.

Meski karbon merupakan salah satu elemen penting yang membentuk kehidupan, WASP-12b tampaknya tidak dapat dihuni oleh makhluk hidup.

“Jaraknya terlalu dekat dengan mataharinya, dan setahun planet itu hanya berlangsung selama 26 jam saja,” kata Harrington. “Temperatur di siang hari pada planet yang diperkirakan bertaburan berlian itu juga sangat panas, mencapai sekitar 2.600 derajat Celcius. Planet itu juga rusak akibat besarnya gaya gravitasi dari mataharinya itu,” ucap Harrington.

Sebagai informasi, WASP-12b pertamakali ditemukan oleh konsorsium Wide Angle Search for Planets asal Inggris pada tahun 2009 lalu.

Dikutip dari

http://teknologi.vivanews.com/news/read/193088-peneliti-temukan-planet-bertabur-berlian

Advertisements

Penciptaan Elemen Besi (Fe) Tercantum Dalam Al-Qur’an

Memang sungguh ajaib, nama salah satu elemen kimia dalam tabel periodik, yaitu besi (Fe = ferrum) bisa menjadi salah satu judul surat dalam kitab Al Qur’an. Dan hal ini diperdebatkan sebagai salah satu hal yang dianggap sebagai salah satu kelemahan Al-Qur’an. Tetapi itulah Al-Qur’an, dan apakah ini akan menjadi salah satu kelemahan, atau malah salah satu pesona yang tak terbantahkan dari Al-Qur’an? Sehingga pertanyaan bagi orang awam tentunya, karakter apa yang menarik pada surat ini? Lalu, mengapa besi dijadikan salah satu nama surat dalam Al-Qur’an? Bukankah emas, misalnya, adalah logam mulia yang lebih berharga?

Surat ini turun di antara masa-masa Perang Uhud, pada awal terbentuknya Negara Islam di Madinah. Oleh karena itu, bisa dipahami jika cukup banyak ayat yang memerintahkan pembaca untuk menafkahkan harta bagi kepentingan umum. Nama surat terambil dari kalimat wa anzalnal-hadida, ayat 25. Ayat seperti ini, menurut pandangan Malik Ben Nabi, laksana “kilauan anak panah” yang menarik perhatian bagi kaum berakal; yang diselipkan di antara pelajaran-pelajaran yang menyangkut ketuhanan.

” Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan/turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.”Qur’an surah Al-Hadiid 57 : 25

Karakter pertama yang menarik perhatian adalah banyak penafsir menghindari terjemahan wa ansalnal-hadida dengan “Kami ciptakan besi”, padahal secara intrinksik seharusnya. “Kami turunkan besi”, sebagaimana terjemahan “Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan mizan (keadilan, keseimbangan, keselarasan, kesepadanan)”. Mengapa demikian? Karena dalam bayangan mufasir klasik, bagaimana caranya besi diturunkan dari langit? Apakah dijatuhkan begitu saja?

Namun seiring dengan perkembangan waktu, pengetahuan manusia bertambah. Ilmuwan seperti Profesor Armstrong dari NASA atau Mohamed Asadi berpandangan bahwa “memang besi diturunkan dari langit”. Sains memberikan informasi kepada kita bahwa besi termasuk logam berat tidak dapat dihasilkan oleh bumi sendiri.

Energi sistem tata surya kita tidak cukup untuk memproduksi elemen besi. Perkiraan paling baik, energi yang dibutuhkan adalah empat kali energi sistem matahari kita, dengan demikian besi hanya dapat dihasilkan oleh suatu bintang yang jauh lebih besar daripada matahari, dengan suhu ratusan juta derajat Celsius. Kemudian meledak dahsyat sebagai nova atau supernova, dan hasilnya menyebar di angkasa sebagai meteorit yang mengandung besi, melayang di angkasa sampai tertarik oleh gravitasi bumi, di awal terbentuknya bumi miliaran tahun yang lalu.

Karakter kedua, ketika menjelaskan besi “memberikan kekuatan yang hebat” barangkali pembaca membayangkan senjata pemusnah sekelas ICBM, Intercontinental Ballistic Missile (peluru kendali antarbenua) atau senjata pemusnah massal seperti senjata kimia. Tetapi bukan hanya itu. Nikmat yang paling besar yang diberikan Tuhan kepada umat manusia adalah “desain bumi”. Bumi dan isinya dilindungi oleh Sabuk Van Allen yang membungkus bumi seolah-olah perisai berbentuk medan elektromagnetik berenergi tinggi. Perisai dengan “kekuatan hebat” ini tidak dimiliki oleh planet-planet lain.

Sabuk radiasi yang membentuk energi tinggi, terdiri dari proton dan elektron, mengelilingi ribuan kilometer di alas bumi, diberi nama Sabuk Van Allen. Sabuk ini melindungi bumi dan isinya dari ledakan dahsyat energi matahari yang terjadi setiap 11 tahun sekali yang disebut solar flares. Ledakan dahsyat ini bila tidak ditahan di angkasa dapat meluluh-lantakkan semua kehidupan di bumi, dengan kekuatan setara 100 juta bom atom Hiroshima. Perlindungan juga didapatkan dari serangan badai kosmis yang membahayakan umat manusia. Bagaimana sabuk perisai ini terbentuk? Sabuk ini terbentuk dari inti bumi yang besar, yaitu terdiri dari besi dan nikel. Keduanya membentuk medan magnet yang besar, yang tidak dimiliki oleh planet lain, kecuali planet Merkurius, dengan radiasi yang lebih lemah.

Barangkali kita sekarang paham mengapa besi menempati salah satu judul surat di dalam Al-Qur’an. Inti besi dan nikel “melindungi makhluk bumi” berupa perisai elektromagnetik dengan “kekuatan yang hebat”. Namun yang terpenting, Al-Qur’an ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa besi tidak dapat diproduksi di bumi. Oleh karena itu, ia langsung diturunkan dari langit untuk dimanfaatkan oleh manusia sesuai dengan ayat 25.

Harap pembaca juga memperhatikan kodetifikasi di alam raya, solar flares terjadi 11 tahun sekali. Metonic cycle 19 tahun sekali, komet Halley rata-rata 76 tahun sekali mendekati bumi, penyesuaian Kalender Lunar mengikuti siklus 11 tahun dan 19 tahun.

Elemen Berat Besi, Fe-57

Karakter ketiga berhubungan dengan elemen kimia dalam tabel periodik. Kita tidak mungkin menafsirkan Surat Besi tanpa “membedah” elemen kimia besi berikut karakterisistiknya, yang berhubungan dengan kata al- hadid. Tanpa mengenal sifat¬sifat besi, pembaca tidak akan mengetahui “keindahan” Surat Besi ini, yang diletakkan pada nomor 57.

Nilai kata atau al-jumal al-hadid adalah 57. Terdiri dari al (31) dan hadid (26). Tabel al-jumal bisa dilihat pada table berikut :

TABEL NILAI GEMATRIK UNTUK HURUF AL-HADIID

Fakta Pertama
Fakta menunjukkan bahwa besi atau al-hadid mempunyai nilai (al-junmal) 57, sama dengan nomor suratnya, atau (19 x 3). Kelipatan 19 dengan koefisien angka 3. Besi, menurut Peter Van Krogt ahli elementimologi, telah lama digunakan sejak zaman prasejarah, 7 generasi sejak Adam as. Besi adalah salah satu elemen berat, dengan simbol Fe, atau ferrum, yang berarti “elemen suci” dari kata Iren (Anglo-Saxon). Diberi nama ferrum, ketika pemerintahan Romawi, kaisar Roma yang bernama Marcus Aurelius dan Commodus menghubungkan dengan mitos Planet Mars. Ilmu kimia modern mengatakan bahwa besi atau Fe ini mempunyai 8 isotop, di mana hanya 4 isotop saja yang stabil, yaitu dengan simbol Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58.

Besi mempunyai nomor atom 26, posisinya terletak di tengah-tengah tabel periodik. Sedangkan Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil mempunyai 31 neutron. Ini berbeda dengan isotop stabil lainnya, misalnya Fe-56 mempunyai 30 neutron dan Fe-58 mempunyai 32 neutron. Fe-57 juga diketahui mempunyai “ionisasi energi” tingkat ke-3, sebesar 2957 jk/mol (dibulatkan), energi yang keluar untuk mengubah status Fe+2 ke Fe+3. Besi sendiri mempunyai 4 tingkatan energi–itulah mengapa hanya 4 isotop saja yang stabil. Terakhir yang tidak kalah penting, Fe-57 jdga diketahui mempunyai massa atom sebesar 56,9354.

Fakta Kedua
Begitu kita mengenal karakterisitik besi, kita mendapat gambaran banyak hal, misalnya:

  • Salah satu isotop besi yang stabil, Fe-57, mempunyai nomor simbol sama dengan nomor Surat al-Hadid, dan al-jumal dari al-hadid adalah 57 juga.
  • Besi mempunyai nomor atom 26, ditunjukkan oleh al-jumal kafa hadid.
  • Fe-57 mempunyi elektron 31 buah, ditunjukkan oleh al-jumal dari kata “al”.
  • Koefisien 3, dari (19 x 3), ditunjukkan dengan ionisasi tingkat energi ke-3 yang dilepas sebesar 2957 jk/mol. Surat al-Hadid
  • mempunyai ayat berjumlah 29 buah atau kodetifikasi 2957.
  • Peneliti al-Qur’an dari kelompok Fakir 60 di Amerika Serikat menjelaskan bahwa banyaknya kata dalam surat ini seluruhnya adalah 574 kata, sedangkan banyaknya kata dari awal surat sampai dengan ayat ke-25 (kata pertama) adalah 451. Bilangan 574 menunjukkan “Fe-57 adalah salah satu isotop yang stabil dari 4 isotop yang ada” atau berarti juga “yang mempunyai 4 tingkatan energi”.
  • Bilangan 451, banyaknya kata, adalah jumlah bilangan nomor simbol kedelapan isotop besi: Fe-52, Fe-54, Fe-55, Fe-56, Fe-57, Fe-58, Fe-58, sampai Fe-60; yaitu 52 + 54 + 55 + 56 + 57+ 58 + 59 + 60 = 451.
  • Enkripsi pada keempat isotop stabil, Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 merupakan kelipatan 19 atau: 54565758 = 19 x 2871882 •
  • Demikian juga massa atom Fe-57, 56.9354 adalah: 569354 = 19 x 29966
  • Bukan suatu kebetulan, jika nomor surat dan nomor ayat besi (QS 57: 25) ditunjukkan dengan angka 19. 5+7+2+5=19
  • Bukan pula suatu kebetulan jika Surat Besi diletakkan di tengah-tengah al-Qur’an, sebagaimana elemen besi nomor 26 terletak di tengah-tengah tabel periodik.
  • Dari sisi matematika, angka 57 clan 29 tergolong ajaib karena angka-angka tersebut merupakan:57×29= 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 +…+ 57 atau (19 x 87)

Kata “besi” dalam al-Qur’an disebut 9 kali dalam 6 ayat yang berbeda. Barangkali salah satu keterangan yang menarik dari hal yang menarik lainnya adalah keterangan yang berhubungan dengan “rahasia” Dzulkarnain pada Surat al-Kahfi (18:96), yang berarti “gua”. Ayat tersebut berkisah tentang “pintu besi” yang dibangun oleh Dzulkarnain “di antara kedua puncak gunung”.

Suatu saat akan hancur, ketika kiamat telah dekat. Tanda-tanda kiamat ini menarik perhatian ilmuwan Barat clan juga Winston Churchill, PM Inggris pada tahun 1940-an. Perhatian para ahli arkeologi Muslim terletak pada karakter siapa yang pas untuk Dzulkarnain dalam sejarah? Apakah Raja dari Macedonia (tafsir Yusuf Ali dan Prof. Dr. H. Mahmud Yunus mengatakan Iskandar Dzulkarnain dari Macedonia, sehingga mengundang kritikan ahli sejarah, karena tidak pas), Alexander Agung, ataukah Cyrius Kaisar dari Persia? Sedangkan perhatian Churchill, karena ramalan “perang besar yang akan terjadi” sebelum dunia kiamat, sebagian tercatat dalam Kitab Mulia Al-Qur’an, dengan versi lain jika dibandingkan dengan Bibel. Lalu siapakah Gog dan Magog (versi Barat), apakah kaum Kulit Kuning (Oriental), Hindu, animis, atau Komunis Rusia? Sedangkan Al-Qur’an menyebutnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj (al-Kahfi [181:94])? Belum diketahui pasti siapa mereka. Indikasi masa depan, ada berbagai kemungkinan. Namun, satu hal, tampaknya para arkeolog telah menemukan “Pintu Besi” yang dimaksud oleh al-Qur’an di Derbent, termasuk dalam wilayah Uni Sovyet dahulu, seperti tercantum dalam Encyclopedia Columbia, walaupun masih diperdebatkan di kalangan sejarawan modern, siapa sebenarnya yang membangun pintu besi tersebut, Alexander Agung ataukah Cyrius?

Encyclopedia Columbia edisi ke-6, mencatat bahwa Derbent ditemukan pada tahun 438 oleh bangsa Persia sebagai pertahanan yang strategis di Pintu Besi. Benteng tersebut masih ada clan diberi nama Tembok Kaukasia (Caucasian Wall) juga disebut Tembok Alexander. Dibangun oleh bangsa Persia (yang menemukannya) pada abad ke-6, untuk menahan serangan pendatang-pendatang dari daerah Utara.

Dengan demikian, Surat Besi ini menunjukkan keistimewaannya dengan berbagai cara, di antaranya adalah besi diturunkan secara intrinksik dari langit melalui meteorit pada awal terbentuknya bumi, miliaran tahun yang lalu. Besi diketahui mempunyai kekuatan yang dahsyat: inti besi dan nikel membentuk perisai medan magnet bumi dengan energi yang luar biasa untuk menahan solar flares dan badai magnetik angkasa. Sedangkan nomor surat 57 sama dengan al-jumal dari al-hadid (57). Surat ini juga memperlihatkan karakter Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil. Selain itu, ditunjukkan dengan kodetifikasi nomor atom (26) dan jumlah elektron (31) yang mengelilingi inti atom besi. Kodetifikasi surat dan ayat juga ditunjukkan dengan jumlah digit nomor surat dan ayat besi (al-Hadid 57: 25), yaitu bilangan’ 19. Ramalan atau prophecy: Besi atau Pintu Besi Dzulkarnain diisyaratkan berhubungan dengan salah satu tanda datangnya kiamat – hancur secara fisik – ketika bangsa yang dinamakan Ya’juj dan Ma’juj menimbulkan kerusakan di bumi.

Dikutip dari

http://www.tongberisi.net/2010/09/ternyata-asal-mula-penciptaan-elemen.html

Peraih Nobel 2010 (Updated)

Tahun ini, penghargaan bergengsi Nobel yang diadakan rutin setiap tahunnya telah mengumumkan peraih-peraih nobel di tahun ini. Setiap pemenang penghargaan nobel akan mendapat sebuah medali, diploma tersendiri, dan juga uang. Acara penyerahan gelar secara resmi akan diadakan tanggal 10 Desember di Stockholm, Swedia. Mereka para pemenang nobel adalah sebagai berikut.

1. Liu Xiaobo (Peraih Nobel Bidang Perdamaian 2010)

Liu Xiaobo mendapatkan nobel karena usahanya untuk menegakkan Hak Asasi Manusia di Republik Rakyat Cina. Meskipun, banyak tantangan yang dihadapinya namun dia tidak pernah menggunakan cara kekerasan dalam usaha mulianya itu.

2. Mario Vargas Llosa (Peraih Nobel Bidang Sastra 2010)

Mario Vargas Llosa berhasil mendapatkan hadiah Nobel karena pencitraannya tentang sebuah kekuatan yang membangkitkan semangat dan rasa seorang individu di dalam karyanya.

3. Richard F. Heck, Ei-chi Negishi, dan Akira Suzuki (Peraih Nobel Bidang Kimia 2010)

Mereka bertiga berhasil menemukan katalis paladium silang dalam melakukan sintesa senyawa organik.

4. Andre Geim dan Konstantin Novoselov (Peraih Nobel Bidang Fisika 2010)

Mereka berdua menemukan terobosan baru dalam pembuatan graphit 2 dimensi

5. Robert G. Edwards (Peraih Nobel Bidang Kesehatan 2010)

Robert G. Edwards berhasil menemukan pengembangan baru dalam fertilisasi in vitro (bayi tabung)

6. Peter D. Diamond, Dale T. Mortensen, dan Christopher A. Pissarides (Peraih Nobel Bidang Ekonomi 2010)

Mereka behasil menganalisis tentang pasar dan indikasi-indikasi menjauhnya.

Selamat kepada para peraih Nobel. Lanjutkan usaha dan kerja kerasmu…….. ^^

Sumber

http://nobelprize.org

Ruang dan Waktu

Selama ini pengertian kita mengenai ruang dan waktu adalah sebagai berikut

Ruang: Sesuatu yang dapat diisi oleh zat atau partikel yang berbentuk 2 atau 3 dimensi.

Waktu: Kecepatan yang sama di seluruh alam semesta (sehingga 1 detik di bumi akan sama saja dengan 1 detik di ujung galaksi).

Namun, konsep kita selama ini mengenai ruang dan waktu adalah SALAH. Pengertian ruang dan waktu tidaklah sesederhana itu. Ruang dan waktu saling berkaitan dan sangat relatif, bentuknya juga bisa berubah-ubah. Jadi, ruang tersebut dapat berubah sendirinya, dan waktu kecepatannya dapat diperlambat ataupun dipercepat.

Bukti bahwa ruang dan waktu mempunyai relativitas

1. Gravitational Lensing

Miskonsepsi juga terjadi pada gravitasi. Selama ini kita menganggap bahwa konsep gravitasi hanyalah sebuah gaya yang menarik kita tetap berada di bumi. Konsep tersebut juga merupakan SALAH dan tidak sesederhana itu. Gravitasi juga berarti pembengkokan ruang dan waktu yang dilakukan oleh benda yang bermassa besar contohnya bumi. Jadi, semakin besar massa benda, semakin besar pula pembengkokan ruang dan waktu. Lihat saja pada sebuah galaksi, terjadi pembengkokan (lebih tepatnya penggembungan bentuk galaksi karena gravitasi) karena massa galaksi sangatlah besar.

Kenapa ruang dan waktu dapat membengkok/menggembung?

Ruang dan waktu sebenarnya dapat diibiratkan seperti kain. Jika kamu merentangkan kain sekuat2nya si setiap sisi, maka ruang dan waktu adalah normal. Namun jika kamu menambahkan sebuah massa, misalnya batu, maka kain tersebut akan menggembung ke bawah.

Semakin besar pembengkokan/penggembungan maka ruang dan waktu akan menjadi semakin sempit dan lambat.

2. Muon

Muon adalah partikel yang hanya dapat hidup 2/1.000.000 detik (0,000002 detik). Muon biasanya terbentuk saat cosmic ray (cahaya kosmik-partikel dari luar angkasa). Namun, peneliti menemukan kuantitas Muon yang sangat banyak di Bumi. Hal ini seharusnya dibilang mustahil untuk sebuah Muon dapat mencapai permukaan bumi. Namun, teori kecepatan mematahkan kemustahilan tersebut. Sehingga, semakin cepat sebuah Muon bergerak maka semakin jauh jarak yang ditempuh dan waktu yang ditempuh semakin sedikit. Sehingga, 2/1juta detik bagi sebuah Muon tidaklah sama dengan 2/1juta detik di Bumi.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa, jika kita berkendera dengan kecepatan tinggi, maka kita akan sampai ke sebuah tempat dengan cepat.

Dari dua bukti di atas dapat disimpulkan bahwa ruang dan waktu mempunyai kaitan yang sangat erat, tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Dari pernyataan di atas, kita juga bisa menyimpulkan bahwa kita dapat memperlambat dan mempercepat waktu. Bagaimana caranya?

Jika kamu mempunyai seorang saudara kembar maka cobalah eksperimen unik ini (mungkin agak mustahil melakukannya).

Suruhlah saudara kembarmu untuk terbang dengan pesawat ruang angkasa lalu melakukan ekspedisi di luar sana selama 10 tahun. Lalu, saat kembali lihatlah perbedaan di antara kalian berdua. Kamu akan tampak lebih tua dari saudara kembarmu, Kenapa???

Bumi mempunyai gravitasi, sedangkan luar angkasa merupakan ruang angkasa yang kosong dan tidak memiliki gravitasi, dari bukti Gravitational Lensing di atas dapat kita simpulkan bahwa gravitasi memainkan peran penting dalam waktu dan ruang. Di bumi, waktu akan berjalan lebih cepat daripada di luar angkasa. Luar angkasa tidak memiliki gravitasi yang akan membengkokkan ruang dan waktu, namun bumi memiliki gravitasi yang akan membengkokkan ruang dan waktu sehingga waktu akan berjalan semakin jelas di Bumi.

Jadi, untuk memperlambat waktu, kita membutuhkan sebuah massa yang sangat besar sehingga menimbulkan gravitasi yang luar biasa besar. Dengan ini kita dapat memperlambat waktu. Sebaliknya, untuk mempercepat waktu kita memerlukan massa sekecil-kecilnya.

Sinyal Misterius dari Kembaran Bumi

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan planet kembaran Bumi yang berada di luar tata surya. Namanya, Planet Gliese 581g.  Nama lain yang kendengarannya lebih indah adalah ‘Dunia Zarmina’. Penemuan itu merupakan hasil pengamatan selama 11 tahun oleh para ilmuwan dari berbagai negara.

Para ilmuwan itu tidak cuma menemukan Dunia Zarmina-kembaran bumi, tapi juga menemukan adanya sinyal misterius yang dipancarkan dari planet yang kemudian disebutkan sebagai planet kembaran bumi itu.

Adalah Dr Ragbir Bhathal, ilmuwan dari University of Western Sydney yang melihat sinyal aneh itu pada Desember 2008 — jauh sebelum diumumkan bahwa ada planet yang bisa dihuni mahluk hidup di orbit bintang cebol, Gliese 581.

Bhathal yang adalah anggota organisasi SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence)-organisasi yang bertujuan membuka kontak dengan kehidupan lain di luar Bumi-sedang mengamati langit ketika ia menemukan sinyal mencurigakan dari area galaksi di mana Gliese 581g bermukim.

Penemuan ini menguatkan  dugaan bahwa  Gliese 581g adalah planet paling mirip Bumi yang pernah ditemukan. Adakah kehidupan di sana?

Penemuan Bhathal hanya sebulan sebelum para astronom mengumumkan penemuan planet Gliese 581e yang kurang bisa dihuni (habitable) dibandingkan Gliese581g-meski keduanya terletak di sekitar bintang yang sama yang jauhnya, sekitar 20 tahun cahaya.

“Kami menemukan sinyal yang tajam, seperti laser yang selama ini kita cari-cari. Itulah yang kami temukan, dan kami sangat bersemangat,” kata Bhathal seperti dimuat situs Daily Mail, 1 Oktober 2010.

Berbulan-bulan setelah penemuannya, Bhathal yang punya reputasi sebagai ‘pemburu alien dari Australia’ menyapu langit untuk mencari sinyal kedua — untuk mencari tahu apakah fenomena itu adalah nyata atau justru kesalahan instrumen. Sayang, pencariannya tak menghasilkan apapun.

Namun, penemuan planet mirip Bumi di sekitar Gliese 581 – baik 581e dan 581d, membuat imajinasi publik makin liar.

Pembuat film dokumenter, RDF dan situs jejaring sosial, Bebo menggunakan teleskop radio di Ukraina untuk mengirim sinar informasi terfokus — berisi 500 pesan dari masyarakat dalam bentuk gelombang radio yang dirahkan ke Gliese 581.

Sementara, menteri keilmuwan Australia  saat itu mengorganisasi 20.000 pengguna Twitter untuk mengirim pesan ke bintang tetangga jauh Bumi di luar tata surya itu.

Dugaan bahwa benar ada kehidupan di seputar Gliese 581 saat ini dikuatkan oleh pendapat Dr Steven Vogt dari University of California, Santa Cruz. Ia mengaku 100 persen yakin ada kehidupan di planet itu.

Planet Gliese 581g berada di gugus bintang ‘Zona Goldilocks’-sebuah wilayah di angkasa yang kondisinya tak terlalu panas, juga tak terlali dingin bagi cairan yang membentuk laut, danau, maupun sungai.

Planet tersebut juga nampaknya memiliki selubung atmosfer, gravitasi seperti Bumi. Para ilmuwan berpendapat, jika benar, temuan ini adalah pendukung fakta bahwa alam semesta dipenuhi planet yang mirip dengan dunia manusia.

“Jumlah sistem yang diduga memiliki planet yang bisa dihuni mahluk hidup, mungkin sekitar 10 sampai 20 persen. Jika dikalikan dengan ratusan miliar bintang di Bima Sakti, ini jumlah yang besar.”

Mungkin saja ada puluhan miliar sistem seperti ini di galaksi kita.

“Secara pribadi, mengingat kecenderungan kehidupan berkembang di mana pun, saya bisa mengatakan bahwa peluang bagi kehidupan di planet ini adalah 100 persen. Aku hampir tidak meragukannya,” kata Vogt.

Dikutip dari

http://teknologi.vivanews.com/news/read/180696-sinyal-misterius-dari-kembaran-bumi–alien-

(dengan pengubahan seperlunya)

Bagaimana Planet Mirip Bumi Bisa Ditemukan?

Para astronom di Amerika Serikat (AS) mengaku telah menemukan suatu planet di luar tata surya yang dihuni Bumi, namun bisa jadi cocok untuk dihuni makhluk hidup. Posisi strategis planet itu mirip dengan Bumi.

Posisi planet itu berjarak 120 triliun mil atau sekitar 193,1 triliun kilometer dari Bumi. Pertanyaannya, bagaimana mereka bisa mengetahui planet itu?

Peneliti dari Universitas California di Santa Cruz, Steven Vogt, dan R Paul Butler, astronom dari Carnegie Institution di Washington mengungkapkan bahwa mereka sama-sama menggunakan teleskop canggih di darat. Namun, mereka tidak langsung menemukan planet harapan itu.

Para ilmuwan rupanya mengamati pergerakan suatu bintang -yang mereka sebut Gliese 581- selama lebih dari sebelas tahun. Bintang itulah yang menjadi orbit dari suatu planet mirip Bumi, yang belakangan mereka temukan.

Planet itu merupakan yang keenam yang ditemukan tim ilmuwan yang mengitari Gliese 581. Menurut Vogt, dua planet lain tampak menjanjikan untuk dihuni. Sedangkan yang lainnya terlalu panas.

Sebaliknya, planet kelima yang mereka temukan malah terlalu dingin. Justru planet keenam yang mereka anggap cocok, sehingga disebut goldilocks. Artinya kondisi planet itu tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas karena posisinya tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari bintang.

Tadinya, planet itu akan dinamai Gliese 581g, mengingat bintang yang menjadi pusat rotasi disebut Gliese 581a. Namun, Vogt tidak setuju dengan penamaan itu. “Itu bukan nama yang sangat menarik, apalagi ini menyangkut planet yang indah,” kata Vogt.

Dia lebih suka planet itu sesuai dengan nama istrinya. “Saya menyebut planet itu Dunia Zarmina,” kata Vogt.

Gliese 581 dianggap sebagai “bintang cebol,” hanya sepertiga dari matahari. Oleh karena itu, menurut Butler, Gliese 581 tidak akan bisa langsung terlihat dari teleskop biasa dari Bumi meski berada di konstelasi Libra.

Penemuan para astronom itu dipublikasikan di media Astrophysical Journal dan juga diumumkan oleh National Science Foundation, Rabu 29 September 2010.

Dikutip dari

http://id.news.yahoo.com/viva/20100930/img/pwl-1285812174-2010-0-viva-b4339821f81c0.html

Out of The Earth: Space

Pernah melihat roket meluncur belum? Mungkin sebagian besar dari kita cuma melihatnya dalam TV atau rekaman di internet. Kamu sendiri juga bisa membuat sebuah roket hanya dengan botol plastik berisi air dan sebuah pompa. Setelah persiapan selesai, kamu bisa memasukkan gas sebesar-besarnya ke dalam botol, dan terbanglah roket tersebut. Tapi, kali ini saya hanya akan menjelaskan lebih lengkap tentang roket ruang angkasa (space rockets).

Untuk menerbangkan sebuah satelit atau pesawat ulang alik, diperlukan sebuah roket angkasa. Satelit maupun Pesawat Ulang Alik tidak bisa terbang ke angkasa dengan cara lepas landas dari sebuah bandar udara seperti pesawat biasanya. Hal ini diakibatkan oleh tenaga pendorong dan besarnya gravitasi yang menahan sebuah benda tetap di dalam Bumi.

Para ilmuwan di pertengahan abad 20 meyakini bahwa untuk mencapai kulit terluar dari bumi, diperlukan tenaga yang sangat besar, dan tenaga tersebut berasal dari roket. Hal ini, membuat pihak Uni Soviet pada zaman Perang Dingin berhasil menerbangkan satelit buatan pertama di dunia-Sputnik.

Sebuah roket angkasa dapat menerima beban sebesar 22.000 kg (atau 22 ton) bahkan lebih. Di setiap ketinggian tertentu, roket akan melepaskan satu per satu bagiannya sehingga berat yang terbeban oleh sebuah pesawat ulang alik tidak terlalu besar untuk mencapai ruang angkasa. Biasanya, roket angkasa dapat terbang dengan kecepatan 26.000 kaki/detik (8000 meter/detik). Sebuah roket harus bisa melawan besar percepatan gravitasi yaitu 10m/s^2 dalam arah yang horizontal. Sehingga, roket dan pesawat ulang alik tidak berhenti di tengah perjalanan menuju angkasa (jika ini terjadi, roket dan pesawat akan jatuh kembali ke bumi).

Sumber

http://en.wikipedia.org/wiki/Launch_vehicle

2 Asteroid Melewati Bumi

Dua asteroid melewati bumi dalam jarak bulan, kemarin (8/9), namun tidak menghantam bumi, kata Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA), Selasa (7/9).

Survei Catalina Sky yang kini berada dekat Tucson, Arizona menemukan kedua objek itu pada Minggu (5/9) lalu.

Pusat Planet Kecil di Cambridge, Massachussets, meninjau kembali observasi mereka dan memutuskan orbit-orbit awal.

Petugas Pusat Planet menyimpulkan kedua benda itu akan melewati dalam jarak antara bulan dan bumi, sekitar 240.000 mil. Asteroid tersebut bisa dilihat dengan teleskop amatir berukuran moderat.

Menurut NASA, asteroid 2010 RX30 itu diperkirakan berukuran 32 sampai 65 kaki dan akan melewati dalam kisaran 154.000 mil dari Bumi pada Rabu pukul 05:51 waktu Washington.

Objek kedua, 2010 RF12, diperkirakan berukuran 20 sampai 46 kaki dan akan melewati dalam kisaran 49.000 mil pada pukul 17:12 waktu setempat.

Hewan Tercepat di Dunia

Selama ini, kalau ditanya apa hewan paling cepat di dunia pasti jawabnya Cheetah. Yup, hewan yang tergolong keluarga kucing ini memiliki kecepatan rata-rata sebesar 110 km/jam. Wah, cepet juga ya larinya. Namun, cheetah harus mundur dari posisinya dulu karena masih ada satu hewan yang geraknya jauh lebih cepat dari cheetah

Dia adalah Alap-Alap Kawah atau lebih dikenal sebagai Peregrine Falcon (dari bahasa Latin, Falco peregrinus). Hewan ini, termasuk ke dalam kelas Aves, dan salah satu spesies Alap-alap terbesar dengan panjang sekitar 50 cm. Burung ini memiliki bulu berwarna hitam, kelabu dan biru, berparuh kuning besar dengan ujung hitam lancip dan berekor pendek. Dada dan perut berwarna putih dengan garis-garis hitam. Burung betina serupa, tapi biasanya berukuran dan mempunyai paruh lebih besar dari burung jantan.

Kecepatan terbang Peregrine Falcon bisa mencapai 180 km/jam. Dengan kecepatannya ini, Peregrine Falcon dapat menangkap mangsanya dengan mudah. Biasanya yang menjadi mangsa adalah kelinci, kelelawar, serangga, kadal, dan ikan. Suatu waktu, Peregrine Falcon dapat mencapai kecepatan hingga 300 km/jam. Data yang pernah dicatat bahwa kecepatan tertingginya yaitu 320 km/jam.

Spesies ini banyak ditemukan di daerah khatulistiwa dan selatannya. Namun, tak terkecuali daerah utara. Spesies ini memiliki sebaran yang cukup luas di Asia bagian utara dan Eropa Barat. Namun, spesies ini sudah dikategorikan sebagai spesies yang menuju kepunahan karena penangkapan besar-besaran yang ilegal oleh oknum-oknum yang tidak manusiawi.

Mars Sebesar Bulan = Hoax

Tak lama ini, kita dapat berita kalau planet tetangga kita, Mars bakal membengkak sebesar Bulan kita pada tanggal 27 Agustus kemaren. Ternyata semua itu hanyalah Hoax. Tadi malam para peneliti di seluruh dunia hanya melihat bulan tak lebih dari sekedar bintang yang pijarannya begitu cerah. Selain itu, tepat pukul 00.30 tadi malam, para peneliti dan pengamat langit lainnya akan begitu beruntung melihat 4 planet sekaligus dalam 1 malam, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus

Posisi Mars yang dikatakan oleh hoax tersebut sangat jauh dari logika kita sendiri. Cobalah lihat, titik dekat Mars ke Bumi yang bisa dicapai adalah 50 juta km. Walaupun Mars lebih besar daripada Bulan, hal ini tidak akan membuat Mars bakal menjadi Bulannya Bumi yang kedua. Butuh jarak yang jauh lebih dekat lagi untuk mencapai keadaan ini.

Hoax ini sendiri sudah beredar sejak tahun 2003 via e-mail, blog-blog, bahkan lewat situs jejaring sosial kayak Facebook. Hoax ini selalu beredar tiap tahun setiap menjelang 27 Agustus. Hal ini berkaitan dengan fenomena yang disebut oposisi Mars dan Bumi pada 27 Agustus 2003. Saat itu, Mars memang berada pada posisi oposisi atau jarak terdekat dengan Bumi dalam 60.000 tahun terakhir. Namun, dengan jarak 55,7 juta kilometer saat itu Mars hanya terlihat sedikit lebih besar berupa titik yang berona merah. Dengan teleskop terlihat sebagai bulatan kecil berwarna merah saja. Nah berikut adalah foto yang diambil tadi malam oleh para peneliti.

Jadi, Mars tidak akan menemani bulan. ^^

Pergerakan benda-benda langit yang beredar di orbitnya masing-masing dengan keunikannya memang memberikan pemandangan langit yang selalu dinamis dan indah. Pada saat-saat tertentu bulan sabit pun terlihat seperti tersenyum dengan dua planet yang menemani di atasnya. Mempelajari fenomena astronomi tak hanya menambah wawasan, tetapi juga mengingatkan akan keindahan alam dan Penciptanya.

Nah, kalo begini kita dapat pelajaran khan… Kalo nerima informasi cerna dulu baik-baik. Tinjau dari segi demi seginya dulu… OKEH????

Sumber dan kutipan

http://sains.kompas.com/read/2010/08/27/11085511/Malam.Ini.Mars.dan.Venus.Bercumbu

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=3424