Apple Siapkan iPhone Bertenaga Surya

Apple mematenkan sistem untuk teknologi berbasis tenaga surya yang bisa diimplementasikan pada perangkat portabel dan telepon genggamnya. Ke depan, sejumlah produk baru Apple tidak lagi ditenagai dengan energi kimia atau baterai, melainkan energi alternatif dari cahaya matahari.

Meski iPhone bertenaga surya akan memakan waktu lama untuk meluncur secara komersial, mungkin masih beberapa tahun lagi. Setidaknya kini sudah ada ide atau fakta menarik yang mengatakan bahwa Apple sudah mematenkan teknologi tersebut.

Inisiatif Steve Jobs cs ini sekaligus menunjukkan bahwa Apple perlahan-pelan berhasil membuat terobosan dengan memanfaatkan energi alternatif sebagai sumber daya pada ponsel dan tablet PC di masa depan.

Di samping itu, paten baru Apple ini juga diharapkan dapat melepas ketergantungan para konsumen dari pengisian daya melalui kabel listrik beberapa tahun ke depan. Karena paten tersebut dapat diaplikasikan pada berbagai perangkat, meliputi ponsel, laptop, hingga komputer tablet secara luas.

VIVAnews kutip dari Tech Radar, Kamis 13 Januari 2011, aspek kunci dari paten baru Apple ini terletak pada sirkuit kontrol power yang duduk di antara sel surya dan baterai perangkat. Ia akan memantau sekaligus mengontrol tingkat power yang dibangkitkan dari sel surya, di mana energi yang diperoleh tentu saja akan berubah-ubah tergantung pada cuaca atau iklim.

Topik ini memang masih terlalu dini untuk didiskusikan. Lagi pula, perusahaan berlogo buah apel itu masih enggan mengeluarkan keterangan resmi seputar paten barunya ini. Tetapi, jika paten ini berhasil dikembangkan menjadi sebuah energi alternatif komersial untuk produk iPhone atau iPad anda di masa depan, maka ini akan menjadi tonggak sejarah baru di dunia pengisian daya yang ramah lingkungan.

Dikutip dari

http://teknologi.vivanews.com/news/read/199188-apple-siapkan-iphone-bertenaga-surya

Advertisements

Kutub Utara dan Selatan Bergeser

Setiap kurang lebih 200 ribu tahun sekali, kedua kutub planet Bumi, utara dan selatan saling bergeser. Umumnya, pergeseran kedua kutub itu membutuhkan waktu ribuan tahun.

Scott Bogue, geolog dari Occidental College dan Jonathan Glen, peneliti dari US Geological Survey (USGS) yang mengamati lava di kawasan Nevada yang telah berusia 15 juta tahun.

Hasilnya, dari penelitian, mereka menemukan bahwa kutub planet Bumi pernah bergeser beberapa kali lipat lebih cepat dibanding kecepatan normal. Setidaknya satu kali.

“Saat lava mendingin, ia menyimpan catatan medan magnet Bumi,” kata Bogue, seperti dikutip dari Discovermagazine, 23 Desember 2010. “Setelah mengamati lava yang mengalami pendinginan selama 2 tahun berturut-turut, diketahui bahwa lava di kawasan itu bergeser 53 derajat dari timur ke arah utara dengan kecepatan 1 derajat setiap minggu,” ucapnya.

Awalnya, keduanya mengira ada kesalahan dalam penelitian mereka. Namun pengujian lebih mendetail mengonfirmasikan pola pergeseran tersebut. Bukti lain terjadinya pergeseran kutub terekam oleh lava yang ada di Oregon, yang telah diteliti di tahun 1985 lalu.

Catatan geologi dari medan magnet Bumi juga umumnya mengindikasikan bahwa medan magnet utara-selatan itu bergeser satu kali setiap sekitar 200 ribu tahun. Pergeseran terjadi secara lambat dan membutuhkan 4 ribu tahun untuk selesai.

Meski para ilmuwan belum memastikan apa yang membuat bergesernya kedua kutub, besi cair panas yang mampu menghantarkan listrik yang mengalir di perut bumi diperkirakan menjadi penyebabnya. Apalagi zat ini jugalah yang menimbulkan medan magnet yang ada di kutub Bumi.

Temuan ini diperkirakan akan memicu gelombang perdebatan baru. Sejumlah geolog berpendapat bahwa saat ini medan magnet juga sedang menjalani pergeseran.

Seperti dilaporkan Science News, medan magnet planet Bumi semakin melemah selama abad terakhir. Meski demikian, pergeseran medan magnet tersebut tidak akan terlalu banyak mempengaruhi kehidupan manusia.

Dikutip dari

http://teknologi.vivanews.com/news/read/195491-kutub-utara-dan-selatan-bumi-bergeser

Our Mom, Our Hero

Selagi Ibu Anda masih ada, tataplah sejenak wajahnya sebelum wajah tersebut sudah pergi dahulu.

Ini adalah mengenai nilai kasih Ibu dari seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia mengulurkan sekeping kertas yang bertuliskan sesuatu, si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang diulurkan oleh si anak dan membacanya.

Ongkos upah membantu ibu:
1) Membantu pergi ke warung: Rp20.000
2) Menjaga adik: Rp20.000
3) Membuang sampah: Rp5.000
4) Membereskan tempat tidur: Rp10.000
5) Menyiram bunga: Rp15.000
6) Menyapu halaman: Rp15.000
Jumlah: Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama:
1) Ongkos mengandungmu selama 9 bulan: GRATIS
2) Ongkos berjaga malam karena menjagamu: GRATIS
3) Ongkos air mata yang menetes karenamu: GRATIS
4) Ongkos khawatir krn memikirkan keadaanmu: GRATIS
5) Ongkos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu: GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku: GRATIS

Si anak kemudian berlinang air matanya setelah membaca surat tersebut.

Seorang Ibu adalah orang yang sangat penting di kehidupan kita. Tanpanya, kita tak akan menjadi anak yang tumbuh sehat seperti kita saat ini. Kasih sayang seorang ibu tak kan ternilai harganya dengan uang. Mau berapa banyak 0 yang ditambahkan di sebuah uang kertas, sampai hari akhirpun tak kan sebanding nilainya. Beruntunglah bagi Anda yang masih memiliki Ibu yang menjaga Anda, merawat Anda. Mulai saat ini, berjanjilah untuk membalas kasih sayangnya dengan membuatnya bangga akan diri kita.

Gelar “Hero” sangatlah patut diberikan kepada Ibu kita. Hero yang selalu menjaga kita, merawat kita sejak kecil hingga besar. Ibu adalah seorang Hero sejati.

Selamat Hari Ibu

22 Desember

Kutipan cerita

http://www.tongberisi.net/2010/10/ibu-adalah-pahlawan-terbaik-di-dunia.html

 

2010: Tahun Mematikan, Aneh, dan Ekstrim

Gempa bumi, gelombang panas, banjir, letusan gunung berapi, angin topan, badai salju, longsor, dan kekeringan mendominasi pemberitaan media sepanjang tahun 2010.

Tercatat lebih dari seperempat juta orang di dunia meninggal atau lebih banyak dibandingkan korban tewas akibat serangan terorisme sepanjang 40 tahun terakhir.

“Ini terlihat seperti bencana terus-menerus terjadi, seperti ombak yang tak putus,” kata Kepala U.S. Federal Emergency Management Agency Craig Fugate seperti dikutip The Huffington Post, Senin, 20 Desember 2010. “Siklus kejadian 100 tahun sekali kehilangan maknanya pada tahun ini.”

Manusia ikut andil membuat bencana makin mematikan. Konstruksi yang rapuh membuat makin banyak nyawa berpotensi melayang  saat terjadi gempa bumi, angin topan, atau diterjang arus sungai.

Contoh sempurna adalah gempa bumi yang mengguncang Haiti pada Januari 2010. Lebih dari 220 ribu orang tewas akibat konstruksi yang buruk.

Disisi lain, gempa bumi terjadi di Chile Februari 2010, kekuatannya 500 kali lebih kuat dari Haiti. Namun korbannya selisih tajam, kurang dari 1.000 orang. Ini karena konstruksi di Chile lebih baik, mereka juga punya sistem peringatan dini yang baik.

Manusia berkontribusi dalam bencana yang terkait perubahan iklim, seperti gelombang panas dan banjir. Saat cuaca panas mematikan menyerang Rusia, banjir terjadi di Pakistan yang merendam wilayah seluas 62.000 mil persegi.

Gelombang panas dan badai menewaskan hampir 17.000 orang — lebih banyak dari semua korban kecelakaan pesawat di seluruh dunia dalam 15 tahun digabungkan.

Padahal para ahli memperkirakan, cuaca panas yang menyerang Rusia hingga 111 derajat Fahreinheit biasanya terjadi setiap 100  ribu tahun sekali jika tidak terjadi pemanasan global. Data awal juga menunjukan, sebanyak 18 negara di dunia memecahkan rekor cuaca terpanasnya sepanjang masa.

“Bukankan ini mirip tindakan bunuh diri? Kita membangun rumah yang bisa membunuh kita sendiri dalam gempa bumi? Kita juga membangun rumah di zona banjir yang bisa menenggelamkan diri sendiri,” kata Roger Bilham, profesor ilmu geologi di University of Colorado.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah ahli yang mempelajari bencana dan kehidupan sepakat bahwa bencana yang terjadi pada tahun ini bukan hanya sekadar tahun yang buruk. Namun juga ekstrim. Ini alasannya:

1. Seberapa mematikan?

Ketika terjadi gempa bumi Haiti, cuaca panas di Rusia, dan banjir di Pakistan dianggap sebagai bencana mematikan, di belahan bumi lain juga terjadi bencana serupa, di Chile, Turki, China, dan Indonesia — yang berada pada rangkaian seismik paling aktif sepanjang dekade.

Sepanjang pertengahan Desember telah terjadi sebanyak 20 kali gempa bumi dengan kekuatan magnitude lebih dari 7 skala richter. Bandingkan dengan kondisi normal yang 16 kali.

Banjir sepanjang tahun 2010 sendiri sudah menewaskan lebih dari 6.300 orang di 59 negara hingga September 2010.

Swiss Re mencatat sampai November 2010, jumlah korban tewas akibat bencana alam pada tahun 2010 mencapai 260 ribu orang atau lebih besar dibandingkan posisi sama tahun 2009 sebanyak 15 ribu orang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah merilis korban meninggal karena bencana tercatat sebanyak 250 ribu orang hingga September 2010.

Sebagai perbandingan, laporan oleh US State Department dan Lawrence Livermore National Laboratory mencatat korban kematian akibat kegiatan terorisme antara tahun 1968-2009 tercatat kurang dari 115 ribu orang.

2. Seberapa ekstrim?

World Meteorological Organization memperkirakan  tahun ini bakal berakhir sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah rekor dunia, atau paling tidak masuk dalam tiga besar.

National Climatic Data Center menyebutkan bahwa cuaca rata-rata dunia sampai akhir Oktober mencapai 58,53 derajat atau melewati rekor tahun 2005.

Wilayah Los Angeles Amerika Serikat membuat rekor sebagai hari terpanas dalam sejarah pada 27 September 2010 dengan suhu 113 derajat Fahreinhet. Pada Mei 2010, sebanyak 129 lokasi di Pakistan tercatat membuat rekor baru dan mungkin menjadi iklim terpanas untuk wilayah yang dihuni manusia.

Kawasan utara Australia tercatat memecahkan rekor hari paling basah pada Mei hingga Oktober. Sementara di wilayah selatan Australia mengalami rekor iklim kering. Di bagian lain di Amazon, tercatat rekor tingkat air paling rendah sepanjang sejarah

3. Seberapa mahal?

Swiss Re memperkirakan kerugian ekonomi  akibat bencana alam sepanjang tahun 2010 mencapai US$222 miliar atau lebih besar dari angka perekonomian Hongkong.

“Kerugian itu bukan hanya tidak gunung berapian sebuah rekor.” Apalagi, kerugian karena bencana biasanya menyerang kawasan miskin tanpa perindungan asuransi.

4. Seberapa aneh?

Letusan gunung berapa di Islandia telah mematikan jalur penerbangan di Eropa selama beberapa hari sekaligus mengganggu jadwal keberangkatan lebih dari 7 juta orang. Letusan gunung lain di Kongo, Guatemala, Ekuador, Filipna dan Indonesia telah membuat banyak penduduk harus mencari tempat berlindung.

Sementara, New York dilanda tornado yang tak biasa.

Tidak ada cukup banyak salju untuk memulai Olimpiade Musim Dingin di Vancouver, British Columbia, sementara di Pantai Timur AS justru diselimuti salju.

Kondisi aneh dialami Indonesia. Dalam 24 jam di Bulan Oktober, dua bencana dahsyat terjadi beruntun. Dimulai dari gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter di Mentawai, tsunami yang menewaskan lebih dari 500 orang dan letusan Gunung Merapi yang membuat 390 ribu orang harus mengungsi.

Dikutip dari

http://dunia.vivanews.com/news/read/194884-2010–tahun-mematikan–aneh–dan-ekstrim

Gerhana Bulan Malam ini

Masyarakat di sejumlah tempat di muka Bumi bisa menyaksikan gerhana bulan total pada awal pekan ini. Peristiwa itu akan berlangsung selama beberapa jam mulai dari 20 Desember tengah malam hingga 21 Desember dini hari.

Bila cuaca cerah, gerhana bulan itu akan menyuguhkan pemandangan yang indah, seperti yang terjadi di Jerman pada Januari 2001. Menurut laman Space.com, peristiwa yang jarang terjadi ini akan bisa disaksikan langsung di sejumlah wilayah.

Sejumlah wilayah itu di antaranya di semua tempat Amerika bagian Utara dan Selatan, begitu pula di Eropa bagian utara dan barat serta di sebagian wilayah di Asia Timur Laut, termasuk Korea dan Jepang. Gerhana bulan total juga bisa terlihat di North Island, Selandia Baru, dan Hawaii. Maka, peristiwa ini berpotensi disaksikan sekitar 1,5 miliar orang.

“Ini bakal menjadi peluang pertama dari banyak tempat di Bumi untuk menyaksikan bagaimana bulan menjalani gerhana total dalam jangka waktu 34 bulan,” demikian tulis Space.com.

Menurut sejumlah referensi, gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Peristiwa itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Gerhana bulan total ini diperkirakan mulai bisa dilihat pada 20 Desember malam pukul 22.15 waktu Pasifik (PST) atau pada 21 Desember dini hari pukul 1.33 waktu Pantai Timur Amerika (EST) atau pukul 6.33 waktu Universal (UT).

Menurut perhitungan Badan Antariksa AS (NASA), proses gerhana ini bisa berlangsung sekitar 3 jam dan 28 menit saat Bulan memasuki umbra, yaitu bayangan inti yang berada di bagian tengah sangat gelap pada saat terjadi gerhana bulan.

Fase gerhana bulan secara total akan berlangsung 72 menit, dimulai pada Selasa pagi, 21 Desember 2010, pukul 6.33 UT atau 2.41 EST, yang sama dengan pukul 23.41 PST pada 20 Desember malam.

Bulan selanjutnya melewati umbra Bumi pada pukul 10.01 UT atau 5.01 EST (2.01 PST). Tanda-tanda terakhir bayangan gerhana (penumbra) akan menghilang sekitar 15 atau 20 menit kemudian.

Menurut kalangan pakar, gerhana bulan sebelumnya berlangsung antara 20 Februari hingga 21 Februari 2008 dan bisa terlihat jelas di banyak wilayah di Amerika, Eropa, Afrika, dan Asia bagian barat.

Namun, tahun, diperkirakan terjadi dua kali gerhana bulan. Pertama pada 15 Juni 2011, yang bisa terlihat di kawasan Timur Bumi dan bisa berlangsung satu jam 40 menit. Gerhana kedua pada tahun depan akan berlangsung pada 10 Desember, bisa terlihat di sebagian kawasan barat di Amerika Utara.

Dikutip dari

http://teknologi.vivanews.com/news/read/194636-pemandangan-indah-gerhana-bulan

Kutub Utara vs Kutub Selatan (Indonesian Ver.)

Satu di utara, yang satunya lagi di selatan. Dari tempatnya saja mereka sudah saling berlawanan. Masih banyak lagi perbedaan di antara tempat yang sama-sama dijuluki sebagai tempat yang diselimuti salju sejati ini.

Segi Geografi

Dari segi geografinya saja, kedua tempat ini sudah jauh berbeda. Kutub utara hanyalah kumpulan es-es yang membeku dan menjulang membentuk bukit dan dataran rendah dan sebagainya. Sedangkan kutub selatan merupakan sebuah benua. Daratan yang dipenuhi batuan padat dan juga terdapat gunung disana.

Kandungan Es

Berdasarkan penelitian, kutub selatan memiliki 90% es yang terdapat di belahan bumi. Es-es ini jika dilelehkan dapat menghasilkan air minum bagi sepertiga penduduk Bumi. Sedangkan di kutub utara, kandungan es nya lebih cair dan sedikit daripada kutub selatan.

Suhu

Kutub selatan jauh lebih dingin daripada kutub utara. Kenapa??? Ini dikarenakan karena kutub selatan memiliki lebih banyak kandungan salju sejati daripada kutub utara. Kandungan salju sejati ini lebih memberikan hawa yang dingin sehingga suhu di kutub selatan lebih dingin

Sifat Es

Es di kutub utara lebih tipis dan mudah cair, sedangkan es di kutub selatan lebih padat. Jika dibandingkan dengan kutub utara, es di kutub selatan lebih lama cairnya. Bahkan es di kutub selatan yang pecah, dapat bertahan sampai ke Selandia Baru.

Penduduk

Sebenarnya bukan penduduk, tapi penghuni. Kutub utara merupakan simbolnya beruang kutub. Rumahnya penguin ada di bagian selatan. Jadi, mereka tidak tinggal di tempat yang sama.

Penguasaan dan Eksploitasi

Kutub utara merupakan barang rebutan bagi negara-negara Adikuasa, misalnya Rusia dan Amerika Serikat. Karena, di daerah terdapat banyak tambang minyak. Sedangkan di kutub selatan, kandungan minyaknya lebih sedikit, dan juga tidak ada satupun negara yang berkuasa di Antartika. Karena sesuai dengan Traktat Antartika yang melarang segala bentuk penguasaan dan eksploitasi disana.

Kutub Utara vs Kutub Selatan (The Picture)

Utara VS Selatan

Es Utara VS Es Selatan

Beruang Kutub VS Penguin

Sumber

http://www.apakabardunia.com/post/tahukah-kamu/fakta-unik-kutub-utara-dan-kutub-selatan-bumi

Atmosfir Pluto Terbalik Dibanding Bumi

Pluto, planet terjauh dari sistem tata surya kita memiliki atmosfir yang unik. Dibandingkan dengan milik Bumi, atmosfir di Pluto terbalik. Semakin tinggi, suhunya semakin tinggi, bukannya semakin rendah.

Dari pengukuran yang dilakukan oleh astronom, menggunakan Very Large Telescope milik European Southern Observatory, diketahui bahwa metana merupakan gas kedua paling banyak yang ada di atmosfirnya. Gas itu juga lebih panas di tempat yang lebih tinggi dibanding di permukaan planet.

Efek sampingnya, atmosfir bagian atas Pluto memiliki suhu sekitar 50 derajat Celcius. Lebih hangat dibandingkan dengan suhu di permukaan Pluto yang mencapai 230 derajat Celcius di bawah 0.

Menurut spekulasi Emmanuel Lellouch, ketua tim peneliti dari Paris Observatory, Prancis, di permukaan Pluto terdapat lapisan tipis beku dari metana dan gas-gas lain.

“Saat orbit Pluto sedang dekat dengan Matahari, gas beku itu menguap,” kata Lellocuh, seperti dikutip dari National Geographic, 17 Desember 2010. “Proses ini, disebut juga dengan sublimasi, mendinginkan permukaan Pluto sekaligus menghangatkan atmosfirnya,” ucapnya.

Menurut Leslie Young, Deputy Project Scientist for NASA, penemuan itu memberi petunjuk terhadap observasi lebih lanjut yang akan dilakukan satelit New Horizons.

“Kita tahu bahwa Pluto mengalami perubahan saat ia mengelilingi Matahari,” ucap Young. “Mengombinasikan hasil temuan observasi di bumi dengan data yang akan dikumpulkan New Horizons akan memberikan petunjuk jelas seputar perilaku planet kerdil tersebut,” ucapnya.

Sebagai informasi, satelit New Horizons yang diluncurkan pada 19 Januari 2006 diperkirakan akan tiba di orbit Pluto pada 14 Juli 2015 mendatang.

Dikutip dari

http://teknologi.vivanews.com/news/read/194405-atmosfir-pluto-terbalik

WikiLeaks BOSS Free From Jail

The founder of WikiLeaks site, Julian Assange, was freed from the jail in London, England, after he had paid for some bails, Thursday 16 December 2010 London Time.

He was arrested by the England’s authorities for 9 days under the order of Sweden authorities because of sex abuse case. “I hope I can continue my job, and also continue to give my protest for the claim  that have been accused to me”, said Assange when he exited from The England’s Court Building, Thursday afternoon, London Time as reported by The Guardian.

It is not noticed where Assange what he will do after this. But the judge of The England’s court denied the appeal from Sweden that Assange must still be kept in jail in order to exdtradite him soon.

According to BBC television, Assange’s lawyer have gotten some money to get rid him out from the jail by giving some bails in total 240.000 pound sterling, as the court intructed before. But, the Sweden’s prevent this event and wanted to extradite Assange as soon as possible.

Before, Assange got an approval from the judges in London so that he can free from jail by only giving some bails. The judge said that it would take 48 hours to make a clear decision.

As the lawyer said, Assange assessed that the effort to make him extradited by Sweden is a part of political conspiracy after he make a sensation by providing The US secret documents in WikiLeaks

Quoted from

http://dunia.vivanews.com/news/read/194177-swedia-ingin-cegah-lagi-bos-wikileaks-lepas

Bos WikiLeaks Bebas dari Penjara

Pendiri sekaligus pengelola WikiLeaks, Julian Assange, akhirnya dilepas dari penjara di London, Inggris, setelah membayar uang jaminan, Kamis 16 Desember 2010 waktu setempat.

Dia sebelumnya dipenjara selama sembilan hari berdasarkan permintaan Swedia, yang ingin mengadili Assange karena kasus perkosaan dan pelecehan seks.  “Saya berharap terus melanjutkan kerja, dan terus memprotes tuntutan hukum yang dikenakan kepada saya,” kata Assange saat keluar dari gedung pengadilan di London, Kamis sore waktu setempat (Kamis tengah malam WIB), seperti dikabarkan harian The Guardian.

“Senang rasanya kembali menghirup udara London,” kata Assange. Tidak disebutkan, ke mana tujuan Assange selanjutnya. Dengan demikian, hakim pengadilan menolak permohonan dari utusan Swedia agar Assange tetap ditahan untuk segera diekstradisi.

Menurut stasiun televisi BBC, pengacara Assange sudah mendapat cukup dana untuk mengeluarkan dia dari penjara dengan membayar uang jaminan sebesar 240.000 pound sterling, seperti diisyaratkan pengadilan. Namun, utusan dari Swedia berupaya menghalangi pembebasan itu, bahkan berupaya mengekstradisi Assange dari Inggris.

Assange sebelumnya mendapat persetujuan dari hakim di London agar dibebaskan dengan membayar uang jaminan, Selasa 14 Desember 2010. Namun, persetujuan itu mendapat reaksi dari otoritas Swedia. Mereka mengajukan gugatan agar Assange tidak jadi dilepas.

Hakim mengatakan perlu waktu sekitar 48 jam untuk memberi putusan selanjutnya. Assange pun memahami penundaan dari hakim, yang akan memutuskan gugatan Swedia pada Kamis ini.  Maka, Assange saat itu tidak jadi dilepas dengan jaminan.

Sebenarnya, bukan Inggris yang berkepentingan menangkap Assange, melainkan Swedia. Soalnya, pria berusia 39 tahun itu bermasalah atas kasus perkosaan dan pelecehan seks di Swedia pada Agustus 2010.

Assange, yang berada di Inggris, sejak pekan lalu ditahan polisi setempat setelah mendapat permohonan resmi dari aparat Swedia, yang ingin mengekstradisi dia ke negara mereka untuk diadili.

Menurut pengacaranya, Assange menilai upaya ekstradisi dan penangkapan dari Swedia adalah bagian dari konspirasi politik setelah WikiLeaks membuat sensasi dengan membocorkan informasi rahasia AS.

Dikutip dari

http://dunia.vivanews.com/news/read/194279-bos-wikileaks-bebas-dari-penjara

Voyager Mendekati Limit Tata Surya

Satelit yang paling jauh dari bumi, Voyager 1 saat ini telah menempuh perjalanan yang begitu panjang. Setelah 33 tahun melayang di luar angkasa, dilaporkan Voyager 1 telah mendekati pinggiran dari sistem tata surya kita.

Badan penerbangan dan antariksa AS NASA mengumumkan setelah menempuh sekitar 11 miliar mil (sekitar 17,4 miliar km) dari matahari, kini Voyager 1 hampir melampaui jarak antar bintang.

Kini satelit yang diluncurkan sejak 5 September 1977 telah mencapai suatu tempat di sistem tata surya kita, di mana tidak ada angin surya (partikel bermuatan yang mengalir dari matahari).

Seperti dikutip dari BBC, peneliti proyek Voyager Edward Stone mengatakan bahwa satelit ini diluncurkan ketika era antariksa baru berumur 20 tahun. “Jadi saat itu masih belum diketahui bahwa pesawat luar angkasa itu bisa bertahan begitu lama,” kata Stone.

Saat itu manusia sama sekali tidak mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk keluar dari sistem tata surya kita. Tapi, sekarang para ilmuwan memperkirakan bahwa Voyager 1 akan melampaui tata surya sekitar lima tahun lagi.

Sebenarnya, tujuan awal dari Voyager adalah untuk meneliti planet-planet luar seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Tugas itupun telah dituntaskan oleh Voyager pada 1989. Tapi kemudian NASA mengutus Voyager 1 untuk terus mengarungi angkasa luar menuju pusat galaksi Bima Sakti.

Dibekali dengan paket tenaga radioaktif, instrumen milik Voyager masih terus berfungsi dengan baik dan terus mengirimkan datanya ke bumi. Dengan jarak miliaran km, pesan radio dari instrumen Voyager membutuhkan waktu sekitar 16 jam untuk sampai ke bumi.

Menurut Stone, instrumen Voyager yang memonitor angin surya di lokasi tersebut menangkap fenomena yang lain dari biasanya. Pada sistem tata surya kita terdapat wilayah heliosfer di mana, angin surya memancar dengan kecepatan supersonik.

Namun, setelah angin surya melampaui daerah bernama termination shock, kecepatannya akan melambat secara dramatis. Nah Voyager telah mencapai kondisi di mana kecepatan angin surya melambat hingga hampir nol.

Voyager masih terus mengarah ke daerah yang bernama heliopause, di mana secara ‘resmi’ merupakan daerah perbatasan antara tata surya kita dengan sistem surya lain. “Saat Voyager melewatinya, maka ia akan berada di ruang antarbintang.

Voyager terus bergerak ke arah heliopause dengan kecepatan 17 km per detik. “Itulah Voyager, pesawat luar angkasa yang telah bekerja selama 33 tahun, ia masih menunjukkan kepada kita hal lain yang benar-benar baru,” kata Rob Decker, Voyager Low-Energy Charged Particle Instrument co-investigator.

Dikutip dari

http://teknologi.vivanews.com/news/read/193779-satelit-voyager-dekati-batas-tata-surya